Mendalami taubat adalah sesuatu yang tidak boleh tidak. Begitu pula menghadirkan rasa takut dari perbuatan dosa dengan cara menghadirkan di hati bahwa perbuatan itu menjadi sebab jauhnya seseorang dari Tuhan, terusir dari rahmat, dan dimulainya menghadirkan di hati pula bahwa perbuatan dosa itu adalah permulaan dari kekafiran. Orang yang tak ada yang merasa tenang dengan perbuatan maksiat yang dilakukan kecuali jika ia adalah seorang munafik.

Orang beriman melihat dosanya seperti gunung yang ditakuti akan menimpa dirinya dan dijatuhkan di atas kepalanya, sedangkan orang munafik melihat dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya, lalu ia mengibaskan tangannya hingga terbang lalat itu seakan tak terjadi apa-apa. Dengan menghadirkan hal-hal diatas dan mengingat hari seseorang akan berhadapan dengan Allah subhanahu wa ta’ala yang ditanya oleh-Nya di saat itu. Ingatkah perbuatan di hari itu? Atau di waktu itu? Maka hal itu akan menjadi sebab menetapnya hakikat taubat dan rasa takut kepada Allah, hingga ia akan ditolongnya yang diangkat kedudukannya.

Sumber: Buku HABIB UMAR BIN HAFIDZ MENJAWAB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here