Salim bin Ahmad bin Husein bin Saleh bin Abdullah bin Umar bin Abdullah Bin Jindan lahir pada 18 Rajab 1324 Hijriyah atau 7 September 1906 di Surabaya.

Pendidikan pertamanya adalah bersama ayahnya, setelah merasa cukup mendapatkan pendidikan dari ayahnya, Habib Salim belajar kepada Habib Abdullah bin Muhsin Al Athos, Habib Muhammad bin Ahmad Al Muhdor, Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi, Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, Habib Alwi Bin Muhammad Al Haddad, Kyai Haji Kholil bin Abdullah Syahab,dan Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih. Selain belajar kepada para gurunya tersebut, ia juga rajin menghadiri beberapa Majelis Taklim yang digelar oleh para ulama besar.

Bahkan dia mengunjungi ratusan ulama besar sebelum melakukan perjalan ke Mekah, Habib Salim sempat menghadiri pengajian di Madrasah Al Khoiriyah, setelah itu ia berangkat ke Mekah, Tarim, dan Timur Tengah.

Ia berguru kepada banyak ulama, ia merupakan seorang ahli hadis hafal 70 ribu hadits. Ia juga sebagai ahli sejarah. Habib Salim pernah menulis surat kepada ratu Belanda yang berisikan silsilah raja Belanda dengan tepat surat tersebut menjadikan ratu Belanda terkagum-kagum. Ia tidak menyangka bahwa Ulama Indonesia mengetahui silsilah kerajaan Belanda dengan tepat. Habib Salim mendapatkan pujian dan penghargaan namun tanda penghargaan tersebut dibuang, karena Habib Salim tidak memerlukan penghargaan.

Sebagai usaha dakwah, Habib Salim mendirikan madrasah di Probolinggo dan Majelis Taklim Al fachriyah di Jakarta, selain itu ia juga sering berkunjung ke beberapa daerah untuk berdakwah dan belajar, yang mempunyai banyak murid di antaranya adalah Kyai Abdullah Syafei, Habib Abdullah bin Toha as saqqaf, Kyai Tohir Rohili, Habib Abdurrahman Al Athos, dan lain-lain.

Aktivitas sehari Habib Salim adalah belajar dan berdakwah, saking seringnya belajar ia mampu menguasai berbagai ilmu, yang mendalami secara spesifik ilmu hadits, sejarah, dan hafal sejumlah kitab Hadits, karena dianggap mampu menguasai ilmu Hadis ia diberi gelar muhaddits.

Selain itu ia juga diberi gelar Al musnid, karena juga menguasai ilmu sanad. Habib Salim mengikuti majelis yang menyerupai majelisnya para sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, yang penuh ketenangan dan Kharisma. Guru yang paling berkesan baginya adalah Habib Alwi Bin Muhammad Al Haddad dan Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, guru baginya adalah panutan dan suri tauladan.

Tahun 1940 Habib Salim hijrah ke Jakarta, di kota ini ia membuka Majelis Taklim dan berdakwah di berbagai daerah, baginya berdakwah tidak hanya mengajak masyarakat agar masuk Islam, tetapi juga ikut membakar semangat para pejuang untuk berjihad melawan penjajah Belanda.

Tatkala ditahan oleh penjajah, Habib Salim seringkali disiksa dengan ditendang dan disetrum, walaupun diperlakukan seperti itu Ia tetap tabah dan pantang menyerah, landasan perjuangan nya tidak hanya Amar ma’ruf dan nahi mungkar, tapi juga kemerdekaan tanah air, setelah Indonesia merdeka, Habib Salim tidak memperdulikan perjuangannya dihargai atau tidak, baginya berjuang melawan penjajah harus didasari dengan rasa ikhlas. Setelah lama berjuang ia kembali membuka Majelis Taklim yang diberi nama Kautsar Al Wafi Din, aktivitas-aktivitas belajar dan berdakwah kembali dia tekuni yang berdakwah dan mengajar di berbagai daerah, bahkan sampai luar negeri seperti Singapura, Malaysia, dan Kamboja.

Diantara fatwa Habib Salim yang terkenal adalah.Seburuk buruk fitnah adalah Ratap dan menangis setiap tahun Pada 10 Muharram hari terbunuhnya Husein, maka pernyataan ini adalah suatu maksiat dari dosa-dosa besar yang mewajibkan azab bagi pelakunya, dan tidak sewajarnya bagi orang yang berakal untuk meratap seperti anjing, melolong dan menggerakkan badannya.

Junjungan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah mencegah perbuatan meratapi. Beliau juga melaknat orang yang meratap dan diantara perkara awal yang diminta Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada wanita-wanita yang berbaiat adalah meninggalkan perbuatan meratap terhadap mayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here