Habib Rizieq mengatakan bahwa pacaran itu boleh, tapi ada syaratnya. Pertama, tidak boleh ketemu. Lalu jemaah bertanya, “kalau surat-suratan boleh nggak bib?” Habib Rizieq menjawab, kaga boleh.

“Kalau telpon-telponan boleh nggak bib?” Habib Rizieq menjawab, “kaga boleh.”

“Kalau silaturahim ke rumahnya boleh nggak?” Habib Rizieq menjawab, “Boleh, lo ngobrol sama bapaknya sampe pagi.”

Habib Rizieq mengatakan bahwa berpacaran yang sering dijadikan dalih sebagai proses penjajakan adalah kepalsuan. Banyak yang tidak pacaran, langsung menikah, akhirnya langgeng sampai wafat. Ada yang pacaran 6 tahun, setelah menikah ternyata berujung cerai. Sesuatu hak dan batil sudah jelas, jangan dicampuradukan.

“Ceweknya sakit di kaki, tapi sama cowoknya yang dipijit paha, aaahhh akal buluuusss.” Ujar Habib Rizieq.

Orang pacaran banyak yang ditutupi, saat nikah ketawan aslinya, jadi pacaran adalah penjajakan itu bohong.

Sumber: https://youtu.be/dYZUdTexdpw

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here