Habib Abdul Qodir bin Ahmad bin Faqih adalah seorangulama kelahiran kota Tarim Hadramaut tahun 1896. Ketika akan dilahirkan, seorang ulama besar di Tarim bernama Habib Syaikhan bin Hasyim Assegaf bermimpi bertemu wali qutub Syekh Abdul Qodir Jailani yang memberikan Al-Quran kepada ayah dari Habib Abdul Qodir, akhirnya diberilah nama Abdul Qodir berdasarkan dari mimpi ulama tersebut.

Saat kecil ia sangat gemar menuntut ilmu kebanyak ulama, bahkan saat kecil sudah hafal Al-Quran. Kemudian tahun 1912 sudah bisa memberikan fatwa agama. Setelah menjalankan ibadah haji pada tahun 1919, langsung singgah ke kota Aden, Pakistan, India, Malaysia, dan Singapura.

Habib Abdul Qodir sangat memahami ilmu nahwu, sharaf, dan mantiq. Ia juga hafal ribuan hadits. Ia juga pernah bertemu dengan Sayyid Alwi bin Abbas al-Maliki, lalu kedua saling bertukar isnad (mata rantai keilmuan) dalam bidang hadits.

Sampai juga akhirnya di Surabaya pada tahun 1919 lalu mendirikan Madrasah Al-Khairiyah. Pada tahun 1931, ia mendirikan lembaga pendidikan Rabithah di Solo. Adapun murid-muridnya yang jadi mubaligh terkenal diantaranya Habib Ahmad Al-Habsyi (Palembang), Habib Muhammad Ba’bud (Malang), Habib Syekh bin Ali Al-Jufri (Jakarta Timur), dan KH. Alawy Muhammad (Sampang Madura).

Pada 19 November 1962 ia meninggal dalam usia 62 tahun. Ribuan umat menyampaikan penghormatan terakhir, dan jenazahnya dimakamkan di komplek makam Kasin, Malang, Jawa Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here