Muda dan bertalenta, itulah dua hal yang dapat mewakili sosok Amanda Fedora. Sejak kecil, penyanyi yang saat ini menginjak usia 18 tahun sudah menunjukkan bakatnya dalam bidang tarik suara dan ikut aktif di paduan suara anak-anak sebagai soprano. Selain bernyanyi, Amanda juga menunjukkan minat pada alat musik. Dengan musikalitas yang baik, saat duduk di kelas 6 SD, Amanda ikut serta sebagai pemain YangQin dalam Chinese Orkestra bersama murid kelas menengah dalam lomba berajang internasional di Haikou China. Mereka berhasil mendapatkan Gold Award sebagai perwakilan sekolah dan Indonesia. Selain menguasai piano dan harpa, Amanda juga pernah mempelajari cello dan gitar.

Tidak hanya bernyanyi dan bermusik, sejak kecil Amanda pun senang menggambar mengenai apa yang dialaminya dan untuk kreatifitas seni visual ini Amanda berhasil mendapatkan penghargaan Visual Award Terbaik di sekolah menengahnya selama 4 (empat) tahun berturut-turut. Setelah lulus SMA, Amanda pun mantap untuk melanjutkan kuliah mendalami bidang ilustrasi dan juga terus berusaha mengembangkan diri di dunia musik.

Sebagai pencinta seni, Amanda yang suka bernyanyi juga suka menuangkan perasaannya dalam nada dan irama serta prosa dari hal hal yang dialami dan diamati dari sekitarnya. Tidak pernah menyangka untuk akhirnya bisa memantapkan karier di dunia musik, penyanyi berusia 18 tahun ini memang suka bercerita melalui lagu yang dia tulis. “Aku suka menceritakan sebuah kisah atau mengekspresikan perasaan seseorang – baik itu lewat perspektifku atau orang lain – melalui lagu. Awalnya aku mengira itu hanya sekedar hobi saja”, ungkap Amanda Fedora. Dengan tujuan untuk dapat memberikan kenyamanan dan penghiburan untuk para pendengarnya, Amanda Fedora merasa sangat gembira akhirnya dapat merilis “Stormbreaker” sebagai hasil karya pertamanya yang dirilis untuk dapat didengarkan oleh penikmat musik Indonesia dan didukung penuh oleh orang tua , keluarga dan sahabatnya.

Dibantu oleh Yudhis, ‘Stormbreaker’ memang lekat dengan perasaan kehilangan dan rasa sepi. “Lagu ini sendiri bercerita tentang rasa sakit akan sebuah kehilangan baik sahabat, keluarga, maupun sesuatu yang berharga dalam kehidupan seseorang. Ibarat sebuah badai yang menerpa dalam kehidupan dan membuatmu terpuruk membutuhkan pertolongan serta jalan keluar untuk melewati semua itu. Kamu akan tahu bahwa hari-harimu tidak akan lagi sama, namun kamu harus tetap kuat untuk menghadapinya dan move on dengan kehidupanmu”, jelas penyanyi yang mendeskripsikan lagunya dengan genre pop-art ini.

Tompi ikut terjun langsung dalam pembuatan video musik untuk lagu ini. Amanda mempercayakan penuh proses pembuatan video musik yang dideskripsikannya sebagai sebuah metafora yang sempurna untuk menangkap makna ambigu dari lagu ‘Stormbreaker’ ini kepada Tompi, dokter/musisi yg juga dikenal sebagai fotografer & director. Dibuat dalam waktu satu hari saja, video musik ini memang sengaja dibuat dengan visual yang indah dan penuh dengan pesan tersembunyi berdasarkan lirik yang ada dalam lagu ini. Direkam selama pandemic, pembuatan video musik ini masih tetap mengedepankan protokol kesehatan yang tentunya sesuai dengan peraturan pemerintah yang telah ditetapkan. Video Musik ‘Stormbreaker’ ini juga ikut diproduksi oleh Violad.

Walau sedang berada pada masa pandemic seperti sekarang ini, Amanda Fedora ingin tetap membuat dirinya produktif dengan mengerjakan single-single yang akan dirilis beberapa waktu ke depan. Besar harapan kami semoga debut single Amanda ini bisa diterima dengan baik oleh Penikmat Musik, tentunya hal itu tidak akan terwujud tanpa support dari Rekan Rekan Media dan Music Director yang kami hormati. Terimakasih atas dukungan dan perhatiannya, Stay Safe & Healthy. Salam Musik Indonesia !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here