Ada yang berpendapat orang-orang terkaya hidupnya selalu pamer dan memakai barang bermerk, padahal faktanya mereka jauh dari itu semua, justru orang yang benar-benar kaya tidak banyak pamer. Ada juga yang anggap kalau orang kaya tidak punya waktu untuk keluarga, padahal mereka jadi kaya tujuannya adalah membahagiakan keluarganya. Berikut timredaksi akan menjelaskan bagaimana etika orang-rang kaya di dunia dalam menjalani hidup.

1. Kerja Keras
Orang-orang kaya hidupnya penuh dengan kerja keras, bahkan jam kerjanya di atas orang normal, bagi mereka kerja keras bukanlah sebuah dosa besar atau kutukan, tapi merupakan perintah Tuhan. Mereka bisa duduk berjam-jam di cafe untuk bekerja di depan laptop, jalan-jalan dengan keluarga namun handphone sering berbunyi untuk negoisasi dengan klien, bahkan bermain dengan anak sambil chat whatsapp dengan rekan bisnis mereka. Bekerja sambil meluangkan waktu untuk keluarga sudah menjadi hal yang lumrah bagi para orang kaya, bahkan posisi nyaman bagi mereka adalah sesuatu yang berbahaya.

2. Disiplin
Sikap disiplin adalah suatu kewajiban bagi mereka orang kaya, prinsipnya bukan lagi datang tepat waktu, tapi datang sebelum waktunya. Ada yang bilang kalau orang kaya yang pekerja keras lupa dengan akhirat, tapi justru faktanya tidak, mereka pintar membagi waktu. Sandiaga Uno masuk 50 orang terkaya di Indonesia, tapi sering melazimkan shalat duha dan tahajud, bahkan menjadi ibadah yang dianggap wajib. Abu Rizal Bakrie mampu membagi waktu perjam, misalnya sehabis shalat subuh langsung latihan Karate, semua diatur dengan baik, bahkan sampai dicatat.

Mereka membayar angsuran hutang tidak boleh telat dan menyelesaikan pekerjaan jangan sampai mangrak. Menjaga kepercayaan klien lebih penting daripada mencari keuntungan, seperti Tung Desem Waringin yang minta honor mengisi seminarnya dipotong karena telat datang ke tempat seminar. Sebelum kita disiplin dalam urusan dunia, sebaiknya kita juga disiplin dalam urusan akhirat, yaitu dengan shalat tepat waktu, maka dengan sendirinya akan berdampak ke etos kerja.

3. Hemat
Kita seringkali ingin dianggap orang kaya dengan makan di restoran mahal sambil selfie, ganti-ganti mobil, ganti-ganti handphone. Orang kaya yang sungguhan bukan tanding mobil atau handphone seperti kelompok kelas menengah ngehe, yang mereka pertandingkan adalah aset seperti properti atau sertifikat tanah. Warren Buffet adalah orang terkaya nomor 2 di dunia,tapi mobilnya selama 20 tahun tidak pernah ganti. Karena, sebagus apapun mobil dan handphone kalau dijual harganya akan turun, sedangkan properti dan tanah semakin lama harganya semakin naik. Ada orang yang tananhnya banyak lalu dijual, akhirnya kini hidupnya miskin. Ada yang tanahnya banyak lalu dijadikan kontrakan dan bisnis properti, kini hidupnya kaya raya.

Mike Tyson adalah juara dunia yang uangnya banyak, tapi justru terlilit banyak hutang, artinya banyak uang belum tentu punya mental kaya. Berbeda dengan Chris John, seorang juara dunia yang uangnya diinvestasikan untuk usaha kos-kosan, akhirnya ia mempunyai passive income. Banyak juga artis Hollywood dengan bayaran mahal namun uangnya diboroskan untuk minum bir, traveling, beli barang mewah, akhirnya kini terlilit banyak hutang. Hemat disini bukan banyak menabung, tapi memperbanyak aset, karena menabung hanya mempertahankan kekayaan, sedangkan investasi menambah kekayaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here