Hasan Al-Basri bernama lengkap Al-Hasan ibn Abi al-Hasan al-Basri, ia lahir di Madinah pada 21 H (642 Masehi). Berdasarkan kisahnya, ia pernah bertemu dengan sahabat-sahabat Nabi yang termasuk pejuang Perang Badar. Hasan Al-Basri adalah seorang ulama yang termahsyur di zamannya, dan ucapannya sering dikutip oleh para ulama Arab.

Alkisah, Hasan Al-Basri memiliki seorang tetangga seorang penyembah api, tetangganya tersebut bernama Simeon. Saat itu Simeon menjelang kematian, teman-temannya memohon agar Hasan Al-Basri mengunjunginya, lalu ia kunjungi.

Penyembah api tersebut mengatakan tentang tiga faktor yang menyebabkan ia tidak mau masuk Islam. Pertama, kalian (umat Islam) membenci dunia, namun kalian hanya mengejar hal-hal yang bersifat duniawi. Kedua, kalian mengatakan bahwa kematian ada lah realitas yang harus dihadapi, tapi kalian tidak membuat persiapan menghadapi kematian. Ketiga, kalian berkata bahwa wajah Allah akan terlihat, namun kalian melakukan hal-hal yang bertentangan dengan keridaan-Nya.

Hasan Al-Basri mengatakan, “inilah ucapan dari manusia yang sungguh-sungguh mengetahui. Jika setiap muslim berbuat begitu, apakah yang akan kaukatakan? Mereka mengakui keesaan Allah sedangkan kau menyembah api seumur hidupmu. Kau menyembah api selama tujuh puluh tahun, sementara aku tidak akan pernah berbuat seperti itu, dan kita sama-sama terseret ke neraka. Api Neraka akan membakar dirimu dan diriku. Allah tidak akan pedulikanmu, tapi jika Allah berkehendak, api tidak akan bisa menghanguskan sehelaipun dari rambutku dan tubuhku. Api adalah ciptaan Allah, dan segala ciptaan-Nya tunduk kepada segala perintah-Nya. Ayo kita sama-sama letakkan tangan di api agar kau menyaksikan sendiri bahwa api tidak berdaya dan Allah Maha Kuasa.”

Hasan Al-Basri memasukkan tangannya ke api, namun tidak terbakar dan terluka. Simeon dan pengikutnya akhirnya memutuskan masuk Islam, saat mengucapkan dua kalimat sahadat lalu Simeon wafat. Dari kisah ini menunjukkan bahwa kita tidak tahu bagaimana nasib kita di akhirat kelak, apakah kita mati sebagai muslim, munafik, atau kafir. Terbukti, Simeon yang selama 70 tahun menyembah api, diakhir hidupnya mengucapkan dua kalimat sahadat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here