Dassault Systemes ungkap tiga pilar industri digital berkelanjutan

Rabu, 18 September 2019 16:36 WIB

Logo Dassault Systemes annual Manufacturing in the Age of Experience di Shanghai pada Rabu (18/9/2019). ANTARA/Alviansyah P/pri

Shanghai (ANTARA) – Industri 4.0 merupakan babak baru dalam perkembangan manufaktur berkelanjutan, diwujudkan melalui "pabrik cerdas" yang melibatkan sistem kerja digital meliputi internet untuk semua (IOT), komputasi awan (cloud), kecerdasan buatan, komputasi dan robot.
Guillaume Vendroux, CEO merek DELMIA dari Dassault Systemes, menjabarkan bahwa industri digital berkelanjutan tidak sepenuhnya memikirkan keuntungan, melainkan juga berfokus pada lingkungan dan pengembangan teknologi untuk keberlanjutan di masa depan.
Guillaume menyebutkan tiga pilar utama dalam menjalankan industri digital yang berkelanjutan, antara lain manusia (people), bumi (planet) dan laba (profit), yang ia sebut dengan P3.
"Kami dan semuanya harus tahu dan memahami tantangan ke depan. Kami dengan generasi kini punya masa depan. Sustainability akan menjadi poin di masa depan. Perusahaan akan berubah, tidak sekadar mengejar keuntungan," kata Guillaume Vendroux pada pertemuan "Dassault Systemes: Manufacturing in the Age of Experience" di Shanghai, China, Rabu.
Guillaume menjelaskan bahwa manusia merupakan pilar pertama karena berperan sebagai konseptor yang mengimajinasikan teknologi hingga jenis produk yang dihasilkan.
Untuk itu, sambung Guillaume, perusahaan harus dapat mengembangkan ide-ide dari para pegawainya dengan menyediakan tempat kerja yang bagus, menghargai gagasan, dan membangun budaya kerja transparan dan mengacu pada target.
Pilar kedua adalah planet, yang dapat diartikan dalam lingkup kecil sebagai lingkungan tempat kerja maupun tempat tinggal.
"Tidak ada planet cadangan," kata Guillaume, kemudian menambahkan bahwa perusahaan masa kini harus meninggalkan hal-hal yang dapat merusak lingkungan.
Jika lingkungan sekitar perusahaan atau pabrik rusak, maka bukan hanya mengganggu masyarakat melainkan masa depan perusahaan juga akan terdampak.

Pembicara menyampaikan cara kerja Digital Twin yang lebih efisien untuk pabrik digital pada pertemuan Manufacturing in the Age of Experience di Shanghai, Rabu (18/9). (ANTARA/Alviansyah P)

Guillaume kemudian menjabarkan konsep "elimintate 7 wastes", berupa tujuh hal yang semestinya tidak dilakukan perusahaan manufaktur antara lain waktu menunggu (idle) karena sistem kerja tidak jelas, kelebihan produksi, produksi tidak standar (reject), mekanisme tidak perlu, dan produksi tidak sesuai permintaan konsumen.
Kemudian perusahaan juga harus tertib barang inventaris hingga menghindari sistem transportasi yang rumit karena akan membebani biaya produksi.
Sedangkan pilar ketiga adalah profit atau keuntungan yang diperlukan sebagai "bahan bakar" untuk keberlanjutan industri sekaligus mampu menciptakan sistem kerja yang efisien dan ramah lingkungan.
Guillaume mengatakan perkembangan industri digital tidak bisa dicegah, sehingga dalam beberapa waktu ke depan akan banyak perusahaan yang masih berpola konvensional akan bertransformasi ke sana.
Mencari gagasan baru
Dassault Systemes mengajak perwakilan dari perusahaan teknologi untuk membahas perkembangan industri yang berkelanjutan, antara lain dari Accenture, China Center for Information Industry Development, FAW, Huawei, IDC, dan SATS.
Merek internal Dassault Systemes, DELMIA dan NETVIBES EXALEAD, juga akan berbagi pandangan terkait tren digital, strategi penciptaan nilai, dan cara terbaik guna mencapai pertumbuhan berkelanjutan, menemukan inovasi dan menginspirasi tenaga kerja di masa depan.
Dassault Systemes menilai bahwa pertemuan itu merupakan pendekatan kunci untuk menciptakan produk yang dapat memberikan pengalaman pelanggan secara lebih baik, menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, biaya produksi terjangkau, dan berkelanjutan.
Perusahaan global di bidang perangkat lunak (software) desain 3D, digital dan solusi manajemen manufaktur itu juga memberikan pengalaman interaktif "3DEXPERIENCE" Dassault Systemes yang menunjukkan kepraktisan sistem kerja dengan memanfaatkan teknologi digital dan visual.
"3DEXPERIENCE" akan memberikan gambaran kepada industri bahwa sistem manufaktur bisa diubah menjadi kian praktis dan efisien melalui platform digital, kecerdasan buatan, robotika, dan lainnya.
Baca juga: SolidWorks integrasikan modul pencetakan 3D dari Rize
Baca juga: 3DEXPERIENCE.WORKS sasar bisnis kecil-menengah

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Original Article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here