Cegah Campak, Universitas di Los Angeles Karantina Lebih 900 Orang

Mahasiswa berkegiatan di sekitar kampus Universitas California, Los Angeles, Jumat, 26 April 2019. Beberapa mahasiswa dan staf yang kemungkinan tertular campak di dua universitas di Los Angeles masih dikarantina di kampus atau diperintahkan pulang.

LOS ANGELES —

Lebih dari 900 siswa dan staf di dua universitas di Los Angeles dikarantina di kampus atau disuruh pulang pekan ini. Langkah itu adalah salah satu upaya besar otorita kesehatan masyarakat mencegah penularan campak di Amerika.

Jumlah kasus campak di AS mencapai jumlah tertinggi dalam 25 tahun.

Jumat (26/4) sore, dua hari setelah Los Angeles County memerintahkan tindak pencegahan itu, sekitar 200 dari mereka yang terimbas dibolehkan pulang setelah menunjukkan bukti bahwa mereka kebal terhadap penyakit itu, baik melalui rekam medis atau uji laboratorium, ujar pejabat kampus.

Apa yang terjadi di University of California Los Angeles dan California State University, Los Angeles, dengan total lebih 65 ribu mahasiswa – mencerminkan keseriusan petugas kesehatan masyarakat menanggapi wabah di negara itu.

Mereka yang dikarantina diperintahkan tinggal di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain. Namun tidak jelas bagaimana perintah itu bisa dijalankan atau hukuman apa yang akan diterapkan kepada pelanggar.

Jumlah kasus campak di Amerika naik menjadi hampir 700 tahun ini, termasuk lima di Los Angeles County dan 38 di seluruh California. Penyebab lonjakan kasus itu terutama karena orangtua tidak memvaksinasi anak setelah mendapat informasi yang salah tentang bahaya yang mungkin timbul dari vaksinasi.[ka]

Original Article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here