CARA BERAGAMA YANG BENAR

0
225

Allah memberikan rizki pada waktunya dan jika engkau bisa membersihkan dirimu dari kemusyrikan, dari persekutuan dengan makhluk yang lain, kamu tidak akan lagi mempersekutukan Tuhan dengan makhluk-makhluk yang lain.

Jika kamu tidak punya nasib baik, tidak punya nasib keberuntungan dalam ketentuan Allah, maka kamu harus merasa tegar, kokohkan hatimu, tidak lagi tergantung kepada apapun. Jika kamu memang rezekinya tidak banyak, maka bersikaplah dengan sudah menerima, Ya sudah kalau memang itu nasibku Ya sudahlah, jangan ada penyesalan sedikitpun.

Pola hidup sederhana, sehari dapat rezeki Rp20.000, sudah cukup tidak cukup bilang cukup, Rp5.000 beli oncom, Rp5.000 beli beras, Rp5.000 beli minyak, kalau tidak ada minyak, tidak punya gas, cari kayu-kayu yang berserakan di jalan, Tuh kan bisa buat masak. Jangan kecil hati di dunia ini yang sementara. Jangan ada ratapan, jangan ada penderitaan, nikmati saja apa adanya, untung kamu diberi kesempatan lahir di dunia ini dan kamu bisa hadir di bumi gratis, semuanya mata bisa melihat, telinga bisa mendengar, mulut bisa bicara, kaki bisa berjalan, tapi kurang seberapa lagi?Masuk Ancol saja bayar.

Kenapa kamu menangis? Banyak mana nikmat Allah yang kamu miliki dengan sesuatu keinginanmu yang tidak tercapai? Kenapa hanya karena keinginan seperti itu tidak tercapai kamu terus berkeluh kesah ? Masih bisa bernapas lega, masih bisa berjalan, coba lihat orang yang berjalan dengan kursi roda.

Lihat orang yang buta, kamu punya rumah, lumayan gubuk juga, itu lihat orang yang tidur di jalan, masih banyak yang kamu syukuri. Berbahagialah di dunia, apa adanya dan syukuri saja. Seorang mukmin yang punya sifat qana’ah menerima apa adanya,ketika dia menginginkan sesuatu apapun dari dunia ini maka akan datang menghadap Tuhan dan mengajukan permohonan kepada Tuhannya. Sikap merendahkan hati pada Tuhannya dan menghinakan dirinya, merasakan dirinya hina. Kalau Allah memberikan apa yang diinginkan, barangsiapa bersyukur atas pemberian-Nya. Contohnya berdoa Ya Allah aku lapar dan ingin makan, percayalah akan diberi makan. Kamu tidak makan karena kamu tidak pernah kepada Allah.

Saya buktikan, saya di hutan 6 bulan tidak apa-apa kok, uang saya kasihkan sama yang nganterin. Saya datang ke hutan tidak bawa apa-apa, saya ingin membuktikan bahwa Allah berjanji menjamin semua binatang di bumi, terjadi nya sudah dijamin, saya ingin buktikan, ternyata dikasih makan kok, kalau kamu tidak dikasih makan sama Allah jangan-jangan kamu mintanya bukan sama Allah, mintanya sama mertua, langsung disuruh menceraikan anaknya, “kalau sudah tidak sanggup ngasih makanan anak aku, kuambil lagi, dasar menantu culas.”

Kita sebetulnya sering minta kepada Allah ini terakhir, kalau minta sama temen gagal, sama mertua gagal, sama murid gagal, sama Kyai gagal, kalau sudah gagal semua baru terakhir minta kepada Allah. Allah ditaruh di nomor terakhir, baru datang ke Sunan Gunung Jati, disitu berpuasa, sembahyang, tiap hari baca Quran, tiap hari baru minta kepada Allah.

Bekerja keraslah, yang penting pekerjaan tersebut halal menurut Al-Quran dan Sunnah. Kalau doa dikabulkan, kalau tidak dikabulkan maka bersabar dan terimalah. Beginilah hakikat beragama, selalu membenarkan Allah, tidak pernah mempersalahkan Allah.

Ceramah Buya Syakur Yasin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here