Bulan Ramadhan di Turki jatuh pada bertepatan dengan menjelang Musim Panas dimana waktu siang jauh lebih panjang dari malam hari. Pada jam 03.30 sudah masuk masa imsak dan barulah jam 20.30 berbuka puasa. Dengan kata lain waktu puasa di Turki sekitar 17 atau 18 jam tergantung daerahnya, misalkan selisih waktu berbuka yang tidak jauh antara di Ankara dan Istanbul. Di samping itu pelaksanaan sholat teraweh akan selesai menjelang tengah malam sekitar jam 23.30 malam.

Kemudian berkaitan dengan sahur biasanya orang Turki mengonsumsi roti, keju, telor, dan makanan ringan lainnya dalam jumlah sedikit. Berbeda dengan Indonesia yang memakan nasi atau makan berat ketika sahur. Uniknya orang Turki membangunkan sahur menggunakan davul atau bedug sama seperti Indonesia. Tetapi hanya ada suara davul tanpa teriakkan ‘sahur’ yang biasanya dilontarkan oleh anak-anak di Indonesia.

Waktu berbuka puasa terdapat kesamaan antara di Indonesia dan Turki dengan memakan makanan berat, seperti nasi, ayam, buah-buahan, dan lainnya. Istilah takjil atau buka puasa gratis yang disediakan pemerintah bisa ditemui di mesjid-mesjid besar, seperti Mesjid Sultan Mehmet di Istanbul dan mesjid lainnya di seluruh daerah Turki. Kegiatan khusus di bulan Puasa seperti ngabuburit di Indonesia untuk menunggu buka puasa (iftar) dan begadang untuk menunggu sahur tidak dimiliki oleh Turki. Selain itu jualan dadakan atau penjual takjil seperti di Indonesia tidak akan ditemukan di Turki.

Terlepas dari itu semua perlu digarisbawahi bahwa penyambutan bulan Puasa di Turki bukanlah sesuatu yang istimewa. Sekalipun negara ini dahulunya merupakan kekuasaan Kesultanan Ustmani sebagai salah satu pusat peradaban Islam. Maklum negara ini sudah menjelma menjadi sekuler setelah Mustafa Kemal menggantikan sistem kesultanan dengan sistem Republik Turki. Aktivitas di bulan Puasa dengan bulan lainnya tidak ada perbedaan, tidak ada peraturan untuk menutup tempat makan, serta semua orang bisa makan atau minum dimanapun. Tidak heran pada pagi hari di beberapa restoran secara terbuka ditemukan orang yang sedang sarapan atau sekadar meminum kopi. Di gang kecil, jalan umum, dan pusat kota banyak ditemukan pria atau wanita merokok bersamaan dengan minum teh pada siang hari. Dengan kata lain kehidupan berjalan normal pada umumnya saja ketika bulan Puasa.

Sumber: Observasi dan Wawancara di Afyonkarahisar, Turki

Aprilian Cena (Peneliti Timur Tengah dan Eropa di Afyonkarahisar, Turki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here