Aptindo: Ekspor industri terigu dan turunannya capai Rp8,7 triliun

Rabu, 27 November 2019 23:34 WIB

Ketua Umum Aptindo Franciscus Welirang (tengah) bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) di Jakarta, Rabu (27/11/2019). ANTARA/Mentari Dwi Gayati

Dari total volume ekspor secara nasional tersebut, Bogasari berkontribusi sebesar 230.162 ton atau senilai Rp763,6 milliar. Produk Bogasari yang diekspor tersebut adalah tepung terigu, pasta dan by productJakarta (ANTARA) – Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) mencatat ekspor industri terigu nasional dan aneka produk turunannya mencapai 623, 8 juta dolar AS atau senilai Rp8,7 triliun hingga September 2019.
Ketua Umum Aptindo Franciscus Welirang menyebutkan kontribusi terbesar dari ekspor tersebut berasal dari produk turunan tepung terigu yang mencapai 558,17 juta dolar AS atau sekitar Rp7,8 triliun.
"Nilai ekspor seluruh produk turunan secara nasional senilai Rp7,8 triliun. Terigu ini menjadi agen yang menarik juga produk-produk pertanian lainnya, seperti telur, dan terbanyak minyak kelapa sawit," kata Franky Welirang, sapaan akrabnya, saat ditemui di PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Divisi Bogasari, Jakarta Utara, Rabu.
Franky yang juga Direktur PT Indofood Sukses Makmur tersebut menjelaskan tujuan ekspor utama untuk produk turunan tepung terigu, yakni China, Malaysia, Filipina, Myanmar, Vietnam, Australia, Thailand, Amerika Serikat, Timor Leste, Hong Kong dan Singapura.
Setelah produk turunan, kontribusi ekspor terbesar kedua adalah "by product" atau dedak gandum, yang sampai September 2019 ini sudah mencapai 267.848 ton dengan nilai 50,8 juta dolar AS atau setara sekitar Rp711 miliar.
Produk akhir dari dedak gandum ini antara lain berupa pellet, pollar, dan bran, yang merupakan pakan ternak. Filipina, Vietnam, Thailand dan Korea Selatan menjadi tujuan utama ekspor dedak gandum.
Sementara itu, volume ekspor tepung terigu nasional mencapai 34.759 metrik ton dengan nilai 14,8 juta dolar AS atau sekitar Rp207 miliar.
Tujuan utama ekspor terigu nasional, yakni Papua Nugini, Timor Leste, Vietnam dan Singapura.
"Dari total volume ekspor secara nasional tersebut, Bogasari berkontribusi sebesar 230.162 ton atau senilai Rp763,6 milliar. Produk Bogasari yang diekspor tersebut adalah tepung terigu, pasta dan by product," kata Franky.
Baca juga: Permintaan tepung terigu meningkat karena berkembangnya UMKM kuliner
Baca juga: Balai penelitian pertanian buat pengganti terigu dari sorgum
Baca juga: APTINDO yakin Indonesia jadi sentra tepung terigu

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Original Article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here