Semua orang memimiliki mimpi, semua ingin percaya di dalam lubuk hatinya mempunyai bakat, yakin bisa membuat sesuatu yang berbeda, bisa menyentuh kehidupan orang lain, dan bisa menjadikan dunia lebih baik. Ada masanya kita menginginkan suatu kualitas hidup yang tidak layak kita miliki. Seringkali rasa putus asa membuat kita tidak bisa berusaha untuk mewujudkan semua mimpi tersebut. Banyak orang yang kehilangan keyakinan dan kepercayaan diri untuk membentuk takdirnya menjadi orang besar dan pemenang. Tujuan hidup sesungguhnya adalah mewujudkan semua mimpi dengan menggunakan kekuatan tidak terbatas yang ada diri kita.

Seorang CEO di Amerika Serikat bernama Anthony Robbin pernah menaiki helikopter dan mengelilingi sebuah gedung besar dimana 12 tahun sebelumnya ia bekerja sebagai tukang bersih-bersih disana. Chairul Tanjung pemilik Trans Corp dulunya adalah seorang tukang foto copy di kampusnya. Mereka dulunya hanyalah orang yang bekerja untuk sekedar bertahan hidup, tapi ternyata bisa mengubah hidupnya menjadi orang kaya raya.

Kita untuk mewujudkan sebuah mimpi harus memusatkan kekuatan dalan diri. Semua orang harus memusatkan semua kemampuannya untuk menguasai satu bidang kehidupan. Sebagian orang hanya mencoba-coba dalam hidup mereka, tidak pernah memutuskan untuk menguasai satu bidang tertentu dalam hidup mereka secara khusus. Intinya, seseorang banyak mengalami kegagalan karena ia menguasai hal-hal yang tidak penting. Fokus pada satu bidang khusus akan menciptakan hidup yang bersemangat, bahagia, dan penuh bersyukur.

Kita memiliki bakat atau kemampuan yang menunggu untuk digunakan. Bakat itu bisa di bidang seni musik, akting, public speaking, menulis artikel, atlet, membuat komik, pantomim, ceramah agama, dan lain sebagainya. Tuhan tidak pernah pilih kasih dan kita semua diciptakan dengan bakat masing-masing. Semua orang mampu mengubah apapun dalam hidup mereka dalam waktu seketika. Kita untuk mewujudkan mimpi kita hanya perlu menunggu kapan kita memutuskan untuk bangun dan fokus dengan bakat lahir kita.

Langkah pertama untuk mewujudkan mimpi adalah dengan terus menerus meningkatkan kualitas diri sesuai bakat yang dimiliki, sebagaimana karang yang berlubang karena tetesan air yang jatuh terus menerus. Kedua, munculkan keyakinan dan jangan batasi diri dengan keraguan, seperti Gandhi yang memiliki keyakinan untuk melakukan perlawanan tanpa kekerasan, seperti Bung Karno yang yakin Indonesia akan merdeka, karena keyakinan yang kuat adalah kunci kesuksesan di sepanjang sejarah umat manusia.