Dikisahkan oleh Sayyidah Aisyah RA, ketika beliau sedang menjahit dalam keadaan kurangnya penerangan, jarumnya terjatuh, beberapa saat beliau mencoba untuk mencari namun sia-sia, bersamaan dengan itu Rasulullah SAW memasuki kamarnya, maka terpancarlah cahaya dari wajah beliau sehingga darinya sayyidah Aisyah dengan mudah menemukan kembali jarum yang terjatuh

Berkata Sayyidah Aisyah, “Betapa bercahayanya wajah mu Wahai Baginda.” Rasulullah SAW pun bersabda, “Sungguh merugi orang yang tak dapat melihat wajahku di hari kiamat.” Sayyidah Aisyah bertanya, “Siapakah gerangan orang yang merugi itu?” Nabi menjawab, “Orang yang ketika disebutkan namaku, namun tak bersholawat atasku.”

Allah… Allah, beruntunglah orang yang dapat memandang dan mengambil manfaat dengan cahaya Sang Nabi SAW. Begitupula Sayyidah Aisyah dan para sahabat lainnya yang kesemuanya telah memandang wajah mulia Sang Nabi SAW dan telah mendapatkan manfaat bagi kehidupan mereka didunia maupun diakhirat dalam mencapai ridha Ilahi

Sedangkan Abu Lahab yang dahulu setiap harinya melihat wajah mulia Sang Nabi SAW, telah gagal memandang dan memanfaatkan cahaya tersebut, karena Abu Lahab hanya melihat Muhammad si anak yatim, bukan Muhammad Rasulullah SAW. Lalu bagaimana pandangan kita terhadap Junjungan Nabi SAW?

Mudah-mudahan kita dapat memandang baginda sebagaimana para sahabat memandangnya, sehingga kita pun dipandang olehnya didunia maupun diakhirat.

Habib Umar bin Hafidz