Para elit PKS mengklaim sebagai Partai nasionalis religius, bukan Partai yang menginginkan menegakkan Negara Islam Indonesia. Namun, banyak ditemukan fakta dari beberapa media dimana PKS adalah Partai yang membawa ideologi radikalisme Islam. Berikut adalah beberapa fakta tentang PKS:

1. Menolak Asas Tunggal Pancasila dan UU Ormas
Hidayat Nurwahid sebagaimana yang dikutip dari Detik news menyatakan menolak asas tunggal Pancasila. Ia menginginkan diperbolehkan dimasukan asas lain selama tidak bertentangan Pancasila. Menurut penulis, jika yang dimaksud adalah asas Islam, maka secara tidak langsung mereka berpendapat bahwa pancasila tidak mengakomodir Islam, atau mungkin ada Islam versi PKS.

2. Memuji Osama bin Laden
Anis Matta (mantan Presiden PKS) dalam acara Milad ke-11 Daarut Tauhid di Plenary Hall JHCC yang dihadiri 7000 orang membacakan puisi untuk Osama bin Laden. Judul puisi tersebut “Surat untuk Osama” dan “Jawaban Osama”. Puisi tersebut berisi sanjungan dan pembelaan terhadap sosok Osama bin laden. Sebagaimana yang semua ketahui, Osama bin laden adalah teroris kelas dunia yang mendirikan Al-Qaeda. Jaringan Al-Qaeda menyebar keseluruh dunia, termasuk ke Indonesia, dimana aksi terorisme di Indonesia dilakukan oleh jaringan Al-Qaeda Asia Tenggara.

3. Menolak Perppu Cegah ISIS
Fahri Hamzah yang merupakan wakil ketua DPR RI dari fraksi PKS menolak Perppu untuk mencegah ISIS. Ia mengatakan isu Timur Tengah tidak perlu diimport ke Indonesia, dan sebaiknya pemerintah memperbaiki kesejahteraan rakyat.
Disini terlihat Fahri Hamzah terkesan masa bodo dengan gerakan ISIS di Indonesia yang merupakan fakta. Beberapa pelaku bom yang gagal dan tertangkap dengan jelas menyatakan terinspirasi dari ISIS. Bahkan, salah satu pelaku menyatakan ideologi ISIS harus disebarkan keseluruh dunia. Fakta ini jelas nyata, bahwa ISIS sudah membangun jaringan di Indonesia, maka pernyataan kurang cerdas dari wakil ketua DPR RI sangatlah disayangkan.

4. Menyatakan Respon pada ISIS itu Lebay
Sebagaiman yang dikutip dalam Kompas.com pada 21 September 2014, Anis Matta (mantan Presiden PKS) menyatakan bahwa ISIS cuma 30.000 pasukan, tapi yang memusuhi 40 Negara, katanya lebay. Ia berkata, tujuan membesar-besarkan ISIS untuk memerangi Islam. Pernyataan ini jelas bentuk masa bodo, padahal ISIS menyebarkan pahamnya melalui teknologi media sosial, jadi sangat dimungkinkan banyak yang terjangkit virus radikal melalui propaganda media sosial ISIS. Kini juga terbukti, beberapa simpatisan ISIS di Indonesia teradikalisasi melalui youtube dan grup telegram milik ISIS. Apalagi mengangkat isu ISIS dianggap memerangi Islam, itu adalah jawaban kurang cerdas.

5. Aksi Injak Bendera Merah Putih
Acara ulangtahun ke-13 PKS di GOR Sukapura Tasikmalaya, terjadi aksi menginjak-injak bendera merah putih dalam pembukaan acara tersebut. Ada 9 orang yang ditangkap polisi,yaitu penanggung jawab acara dan 8 penari perempuan. Polisi juga mengamankan dua kaset handycam milik panitia tersebut (Sumber RMOL.co).