Syekh Abdurrahman Bajalhaban adalah seorang wali besar. Habib Abdurrahman Assegaf seorang waliyullah yang dimakamkan di Zanbal Hadramaut sering berziarah ke makam Syekh Abdurrahman Bajalhaban, perlu diketahui bahwa Habib Abdurrahman Assegaf adalah seorang waliyullah dan 12 anak kandungnya semua juga seorang wali.

Syekh Abdurrahman Bajalhaban adalah orang yang sangat sabar, karena kesabarannya ia mendapatkan kemuliaan dari Allah Swt, salah satu kesabarannya adalah sabar dengan istri yang cerewet. Pernah suatu hari, istrinya minta digendong di atas punggung, lalu perintah Syekh Abdurrahman Bajalhaban naik tangga sambil menggendongnya pakai punggung seperti kuda.

Setiap hari istri Syekh Abdurrahman Bajalhaban sering menyuruh dengan kasar dan marah-marah, sehingga Syekh Abdurrahman Bajalhaban jenuh lalu pergi meninggalkan istrinya untuk uzlah ke atas gunung.

Syekh Abdurrahman naik ke atas gunung untuk perbanyak zikir, lalu bertemu dengan dua orang yang juga sedang berzikir. Ia meminta izin untuk berzikir bersama kedua orang tersebut. Dua orang tersebut berdoa kepada Allah Swt minta makanan, lalu muncullah makanan di depan mereka. Syekh Abdurrahman Bajalhaban bertanya, bagaimana hal tersebut bisa terjadi, lalu kedua orang tersebut berkata bahwa mereka bertawasul dengan seorang waliyullah yang diangkat jadi wali karena sabar menghadapi istrinya. Syekh Abdurrahman kemudian berdoa; “Ya Allah…dengan bertawasul dengan waliyullah yang disebut kedua orang ini, berikan saya makanan,” lalu muncullah dua makanan. Kedua orang tersebut berkata, bahwa mereka bertawasul dengan Syekh Abdurrahman Bajalhaban, kata guru kedua orang tersebut, Syekh Abdurrahman Bajalhaban diangkat jadi waliyullah karena bersabar dengan istrinya.

Syekh Abdurrahman Bajalhaban pulang ke rumah untuk menemui istrinya, lalu istrinya berkata: “Kau baru tahu ya, kalau kau jadi wali karena aku?” Lalu Syekh Abdurrahman Bajalhaban berterimakasih pada sang istri.

Jadi, bersabar menghadapi istri yang galak, cerewet, dan banyak maunya, ternyata dapat mengangkat derajat kita di hadapan Allah Swt.