Perguruan Aji Jaya Sampurna Paku Alam Sejagat mengadakan audiensi dengan Edi Nalapraya (Presiden Pencak Silat Dunia) di Padepokan Pencak Silat TMII. Kunjungan tersebut adalah bentuk silaturahmi sekaligus pemberian info bahwa Perguruan Aji Jaya Sampurna Paku Alam Sejagat sudah berbadan hukum dan hendak meminta legalitas dari IPSI.

Adriansyah selaku ketua perguruan mengatakan; “perguruan kami sudah berdiri sejak 1931, anggota kami tersebar hampir di seluruh Indonesia, sempat terdaftar di IPSI namun vakum, kini sudah berdiri lagi dan sudah punya akta notaris.”

Edi Nalapraya menyambut positif berdirinya perguruan ini, karena Pencak Silat perlu terus dilestarikan. Ia berkata, “Pecak Silat sebenarnya bukan Olah raga, menurut nenek moyang kita Pencak Silat adalah aspek security (keamanan) akhlak dan fisik, dijamin kalau jadi pejabat dia nggak korupsi, tidak akan dia kena narkoba. Pencak Silat juga aspek budaya yaitu melalui seni, jadi ada keindahan gerak, bukan sekedar pukul-pukulan atau tendang-tendangan. Silat juga ada aspek spiritual, jadi pesilat harus taat pada aturan agama, dan melatih Silat niatkan untuk ibadah.”

Edi Nalapraya juga mengatakan, bahwa dirinya sedang mendorong agar pemerintah menjadikan Pencak Silat sebagai ekstrakulikuler wajib di sekolah, karena Silat bermanfaat untuk pengembangan karakter dan mental.

Pria berusia 86 tahun asal Betawi ini juga mengatakan; “Dulu orang malu pakai baju Silat, karena dianggap olah raga kampungan, kini Pencak Silat sudah diminati sampai Eropa,” tegasnya.

Dalam akhir pertemuan, Pekik Hartanto selaku pelatih Silat di Perguruan Aji Jaya Sampurna Paku Alam Sejagat mengatakan; “Semua nasihat Pak Edi akan kami jalani, mungkin sekedar info, bahwa perguruan silat kami selain mengajarkan teknik Silat juga mengarahkan ke wilayah spiritual, melalui zikir dan tawasul berjamaah,” ujarnya.