Habib Munzir bin Fuad al-Musawa seringkali berziarah ke makam Habib Husein bin Abubakar al-Idrus di Luar Batang, suatu waktu beliau datang dan lupa membawa kopiah, maka beliau berkata dalam hati: Allah aku datang sebagai tamu seorang walimu, tidaklah beradab jika aku masuk dalam berziarah tanpa menggunakan kopiah, tapi uangku sangat pas-pasan, dan aku lapar. Jika aku membeli kopi maka aku tidak bisa membeli makanan dan ongkos untuk aku pulang tidak cukup, kemudian Habib Munzir memutuskan untuk membeli kopiah berwarna hijau karena paling murah pada waktu itu. Beliau pakai dan masuk berziarah menghadap kepada makam Habib Husein bin Abubakar al-Idrus, mengucapkan salam yang biasa dibaca ketika akan berziarah, dan membaca surat Yasin.

Kemudian beliau bertawassul mengadukan keadaan nasib hidupnya yang tak tentu arahnya kepada Habib Husein bin Abu Bakar al-Idrus. Beliau berkata dalam hati, bahwa beliau malu kepada diri sendiri dan tidak bisa menyenangkan hati kedua orang tuanya. Orang tua beliau sangat mengharapkan semua anaknya sukses, namun Habib Munzir tidak bisa menamatkan sekolah di SMA, sementara saudara yang lain bisa menyelesaikan sekolahnya sampai ke tingkat perguruan tinggi, dan ia hanya bisa membantu berkhidmah kepada mereka di rumah dengan hanya menjadi penjaga losmen, dan rumah yang disewakan untuk mencukupi nafkah hidup kami sekeluarga.

Saya adalah tamumu saya membeli kopiah ini agar dapat menghadap kepadamu Wahai hamba yang sholeh yang memiliki kedudukan di sisi Allah, pastilah engkau dermawan dan memuliakan tamu, saya lapar dan tak memiliki ongkos untuk pulang, tidak lama kemudian ketika Habib Munzir sedang merenung di hadapan makam Luar Batang, tiba-tiba datanglah rombongan peziarah yang ternyata adalah teman-teman dahulu di pondok pesantren pimpinan Habib Umar Bin Abdurrahman Assegaf.

Mereka senang jumpa dengan Habib Munzir, maka setelah selesai ziarah mereka mengajak Habib Munzir makan dan menanyakan bersama siapa kau dan akan pulang ke mana? Saya sendiri, dan akan pulang ke rumah Bibi saya di Pasar Sawo Kebon Nanas, maka mereka berkata mari ikut bersama kami saja, nanti kita antar engkau ke sana, maka saya pun ikut bersama dalam mobil rombongan mereka dan diantar sampai ke rumah Bibi saya. Saya sangat berterima kasih kepada mereka yang bersyukur kepada pertolongan yang Allah berikan dengan keberkahan berziarah dengan Al Habib Husein bin Abubakar al-Idrus di Keramat Luar Batang.

Habib Munzir menjadi ulama besar dengan majelis anak muda terbesar di dunia, majelis tersebut diberi nama Majelis Rasulullah.

Sumber: Buku Meniti Jalan Pemuda Nabawi (Biografi Pendiri Majelis Rasulullah Saw Habib Munzir Al-Musawa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here